MonitoringKapal.com ← Area Monitoring

Monitoring Area

Monitoring Kapal Ketapang – Gilimanuk

Pantau pergerakan kapal Ketapang–Gilimanuk di Selat Bali, cuaca maritim BMKG, dan akses resmi penyeberangan Jawa–Bali.

Peta MarineTraffic Diverifikasi 2026-09-29

Peta Pergerakan Kapal

Cara Membaca Data Monitoring

Posisi kapal pada peta berasal dari data AIS yang tersedia melalui penyedia peta. Tidak semua kapal selalu terlihat: cakupan penerima AIS, keterlambatan transmisi, perangkat kapal, dan kondisi jaringan dapat memengaruhi posisi yang tampil.

Gunakan peta untuk memahami pergerakan kapal di kawasan, lalu baca prakiraan maritim BMKG untuk konteks gelombang, angin, arus, dan jarak pandang. Jadwal keberangkatan, tiket, penutupan lintasan, dan keputusan operasional tetap harus dikonfirmasi melalui operator atau otoritas resmi. MonitoringKapal.com menyatukan sumber-sumber tersebut agar lebih mudah diperiksa dalam satu halaman.

Cuaca Maritim BMKG

Pelabuhan Ketapang

BMKG · XO034

Berawan Tebal

Gelombang0.1 m
Kategori GelombangTenang
Kecepatan Angin5 knot
Angin dariTimur
Kecepatan Arus3.6 knot
Arus keSelatan
Jarak Pandang10 km

Waktu data: 2026-09-30 00:00 UTC

Buka prakiraan resmi BMKG ↗

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Pelabuhan ASDP Gilimanuk

BMKG · XP001

Berawan Tebal

Gelombang0.6 m
Kategori GelombangRendah
Kecepatan Angin5 knot
Angin dariTimur
Kecepatan Arus3.6 knot
Arus keSelatan
Jarak Pandang9 km

Waktu data: 2026-09-30 00:00 UTC

Buka prakiraan resmi BMKG ↗

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Informasi Kawasan

Halaman ini membantu memantau pergerakan kapal pada lintasan Ketapang–Gilimanuk di Selat Bali. Posisi kapal pada peta tidak sama dengan jadwal keberangkatan atau status operasional. Untuk tiket dan jadwal gunakan Ferizy/ASDP, sedangkan kondisi cuaca maritim menggunakan data resmi BMKG.

Lintasan ini menghubungkan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur dengan Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana, Bali. Kondisi operasional dapat berubah karena cuaca, kepadatan, maupun kebijakan operator dan otoritas setempat.